Ibu empat anak yang mengabdikan diri untuk sebuah yayasan yang ada di jl.ternate no.30 sanggrahan legok kel.wates magelang utara itu untuk rela meminta sumbangan dana di sekitar alat pengmbilan uang (ATM) yang ada di sekitar halaman mini market yang ada di jl.wates kl 5 memilih tempat pengmbilan uang untuk mencari sumbana.ibu yang berangakat dari rumahnya di magelang dan menghabiskan waktu sekitar satu jam dan sipa dari jam 09:00 sampai 17:00 untuk mencari dana itu,mengatakan kekeluhnya akan berkurangnya orang yang rela memberikan sedikit hartanya untuk orang yang memebutuhkan dan isu negatife terhadap orang yang rela mengabdikan dirinya untuk kepentingan orang yang memebutukan seperti ibu sebut saja kartini(nama disamarkan).kartini mengatakan “dalam sehari tak lebih dari 5 orang yang rela memberikan hartanya untuk bersodakoh dan bahkan dalam sehari tak ada seorang pun yang ikhlas memberi”. sangat menyedihkan akan hal itu. (keepers-heri)
Selasa
PEMINTA SUMBANGAN DI MESIN ATM
Pembahasan Kesehatan Oleh Menkes di STIKES AISYIAH
Bantul - STIKES AISYIAH yang digandeng Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) mengadakan diskusi public dan mendatangkan pembicara DR. Dr Siti Fadilah Supari, Sp. JP (K) (Mentri Kesehatan RI) ; Prof Dr Ali Gufron Mukti, MSc, PhD (Dekan FK UGM); Tulus Abadi, SH (Pengurus Pusat YLKI); dengan mengundang Drs. Octo Lampito MPo.(kepala redaktur KR) sebagai Moderator sesuai surat undangan yang disampaikan ke berbagai pihak dari petinggi dan pengurus Muhammadiyah, Mahasiswa dan juga Wartawan, terang salah satu panitia yang juga menjadi pembawa acara, Irvan Mawardi (alumni Umy).
Acara yang dimulai pukul 09.00 dan berakhir pukul 14.00 wib ini berjalan khidmat dan menarik tapi tidak kaku, diisi cerita pengalaman Ibu mentri suka maupun dukanya yang sering dihujat tidak becus menjabat menjadi mentri kesehatan, beliau beralasan tindakanya selama ini demi menghindarkan Liberalisasi yang marak di era globalisasi saat ini. Saat akan diadakanya musyawarah mengenai penanaman modal pada Rumah Sakit di Indonesia beliau langsung menolak mentah – mentah saran dari Mentri Perdagangan tersebut, tapi apadaya beliau tetap Kalah suara dengan mentri Perdagangan yang didukung oleh Menkokesra, hasilnya, Pihak asing dapat menanamkan modalnya sebesar 60%, tapi menurut beliau 40% bagi kita cukup untuk membatasi pihak asing menguasai asset kesehatan bangsa,tuturny Beliau saat memulai diskusi.
Yang tak kalah menarik dari pembicaraan Ibu Mentri adalah saat Dekan FK UGM bapak Prof Dr Ali Gifron Mukti memulai membahas tentang Jaminan Kesehatan bagi kaum miskin, terjadi banyak perdebatan diantara IBU mentri dengan Pak Dekan UGM yang cenderung lucu dan Ibu mentri sendiri mengagap hal itu biasa seolah Pak Dekan UGM adalah adiknya sendiri, yang memang Keduanya sama – sama lulusan FK UGM.
Pembicara yang terakhir yaitu Tulus Abadi SH, yang juga menjadi pengurus pusat YLKI, YLKI sendiri yang sudah mendapat kritikan – kritkan pedas diawal oleh Ibu mentri, dalam pembahasanya bapak pengurus pusat YLKI ini mengangkat isu “Pelayanan Kesehatan yang Memiskinkan Rakyat” mencoba memberikan kritik dan solusi bagi peningkatan Kesehatan di Indonesia. Dalam salah satu pertanyataanya yaitu ”orang miskin dilarang sakit” merupakan kritikan bahwa orang miskin jika sakit akan kesulitan mendapatkan penangan medis, jelasnya saat memulai pembahasanya.
Banyak pertanyaan yang terlontar dari pihak tamu, salah satunya adalah Fandy mahsiswa FE ekonomi UMY bertanya soal mahalnya biaya kuliah di Kedokteran yang ditakutkan para calon dokter itu saat lulus hanya ingin mengembalikan biaya kuliahnya yang mahal, pertanyaan itu langsung ditanggapi oleh ibu mentri yang menyatakan bahwa sisitem pendidikan di Indonesia telah mengalami liberalisasi ditambah lagi dengan adanya UU BHP yang direncanakan akan terlalu membebaskan Rektor Universitas mengenai Kebijakan kampus yang akan menyebabkan pengaruh dari pihak asing, jawab Bu mentri yang di kejar waktu karena ada acara di tempat lain. Setelah menjawab beberapa pertanyaan lain dari tamu Bu mentri pada pukul 13.30 wib meninggalkan forum dan memberikan sumbangan Ambulan kepada ASRI MEDICAL CENTER yang diwakilkan kepada Rektor UMY bapak Dasron Hamid. (keepers-dede)
UKM Bulutangkis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
UKM Bulutangkis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta merupakan salah satu sarana mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dalam menyalurkan hobi dan bakatnya dalam mengembangkan olahraga bulutangkis ini. Unit Kegiatan Mahasiswa yang berdiri di tahun 2003 ini merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa yang terhitung baru, namun meskipun terhitung baru UKM bulutangkis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini telah beberapa kali berhasil menorehkan prestasi yang memuaskan di kancah perbulutangkisan di Kota Yogyakarta.
Sekarang ini, UKM bulutangkis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta telah dihuni sekitar 30 atlit yang berasal dari universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan memiliki 1 orang pelatih tetap. Dalam melaksanakan proses latihannya, UKM bulutangkis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melakukan program latihan 2 kali dalam 1 minggu, yaitu dihari senin dan jum’at di GOR BLPT Godean. Proses latihan yang santai dan selalu menjunjung tinggi kedisiplinan merupakan motto yang selalu di junjung tinggi oleh para atlit yang tergabung dalam UKM bulutangkis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini. (keepers-febri)
Soft Opening OWN Kafe Dining & Karaoke
Yogyakarta - Akhirnya tempat hiburan di Jogjakarta bertambah lagi satu. Setelah penantian yang lama dan berlarut-larut, akhirnya cabang dari OWN Kafe dibuka juga pada hari ini (28 April 2009). Untuk cabang yang ini OWN Kafe memakai nama OWN Dining and Karaoke. Sudah sangat jelas, dari namanya saja OWN Kafe mencoba merambah pasarannya ke segmen menengah keatas dan keluarga. Berbeda dengan OWN Kafe, OWN Dining and Karaoke ini, dilengkapi dengan fasilitas 7 ruangan karaoke, 1 ruangan multimedia (meeting), meja bilyard, 3 mesin ATM,dan kapasitas pengunjung yang mencapai 250 orang. Hal tersebut menjadikan OWN Dining and Karaoke ini merupakan kafe yang termegah di Jogjakarta.
Seperti kita ketahui, OWN Kafe merupakan salah satu kafe yang paling ramai pengunjungnya. Bahkan hampir setiap malam minggu OWN Kafe selalu menolak pengunjung, karena sudah penuh. Padahal kapasitasnya hampir 125 orang. Melihat kondisi seperti itu, pemilik CV Own Cipta Karya ; Rianto, berinisiatif untuk membuka cabang dari OWN Kafe ini. Namun menurutnya, jika cabang yang dibuka konsepnya sama dengan OWN Kafe yang sudah ada, maka yang terjadi hanyalah saling berebut pasar. Oleh karena itu, Pak Oghex (panggilan akrab Rianto) membuat konsep yang lain, yaitu Dining and Karaoke, bukan lagi sekedar hanya untuk nogkrong-nongkrong saja (namun lebih formal). Selain itu pula, OWN Dining and Karaoke ini bertempat di Jalan Laksda Adi Sucjipto km 6,5 sehingga jaraknya jauh dari OWN Kafe yang terletak di daerah Sagan.
Sebenernya rencana dibukanya OWN Dining and Karaoke ini diperkirakan akhir tahun 2008, namun karena ada beberapa kendala teknis maka baru hari ini OWN Dining and Karaoke membuat acara soft opening.
"Kendala itu ada karena saya ingin hasil yang maksimal, buat apa juga buru-buru kalau hanya setengah-setengah" tutur Pak Oghex kepada Keepers.(keepers-arga)
Jika OWN Kafe memiliki slogan 'tempat kongkow paling betul', maka slogan OWN Dining and Karaoke adalah 'people meeting point'.
Rabu
Workshop Gratik Desain Komunikasi Visual Unika Soegijapranata

Pada acara tersebut diundang sebagai pembicara dan Instruktur Tunggal Nugroho, alumni Desain Grafis FSRD Trisakti, kini menjadi penggiat Batik di Yogya, dan ditemani beberapa asisten Saudara Gemiarto,Anang dan Tales, serta Sekjen FDGI Caroline F. Sunarko dan anggota FDGI Saudari Intan.
Dengan target sasaran untuk umum terutama anak muda, acara yang baru pertama kali dilaksanakan di kampus Unika ini tergolong sukses, hal ini ditandai dengan hadirnya para peserta workshop yang antusias mengikuti acara ini.
Ayu, salah satu peserta workshop mengatakan sangat tertarik dengan batik dan baru pertama kali ini mengikuti workshop belajar membatik. Selain itu dari panitia, Adi Nugroho mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkenalkan batik pada masyarakat umum yang difokuskan pada anak muda, karena saat ini masyarakat sering menggunakan batik tapi belum tahu cara proses pembuatanya.
Maka dengan adanya workshop ini diharapkan para peserta bisa mendapat pengetahuan tentang apa itu batik Indonesia mulai dari sejarah, filosofi, hingga jenis bahan dan aneka teknik pembuatan batik.
