Tampilkan postingan dengan label Argadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Argadi. Tampilkan semua postingan

Selasa

Ruri, Pengusaha (ter)Muda di Jogjakarta

JOGJAKARTA (20/3)- Disaat mahasiswa seusianya sedang sibuk-sibuknya mengurusi tugas kuliah, namun Septiana Heriana sudah sibuk mengurusi LCD 47 inch sebanyak 24 buah di setiap tempat di bandara Adi Suctipto dengan nilai ratusan juta rupiah.

Awalnya Ruri (begitu panggilan akrabnya) yang berkuliah di jurusan ilmu komunikasi Universitas Gadjah Mada program D3 periklanan ini memang tidak pernah menyangka bisa menjadi pengusaha muda. Namun Ruri mempunyai prinsip dasar pada hidupnya, yaitu ia harus selangkah lebih maju dibanding teman-temannya.

Di tahun keduanya ia berkuliah, disaat teman-teman seangkatannya sibuk kuliah, Ruri mulai memberanikan diri untuk magang di dunia broadcasting. Hingga akhirnya pas di hari ulang tahunnya yang ke 20, Ruri mendapatkan tawaran untuk bekerja secara professional sebagai tenaga pengajar, masih di bidang broadcasting tentunya. Setelah itu Ruri pun mulai memberanikan diri untuk menjadi tenaga buruh lepas atau yang biasa disebut freelance. Pengalaman yang didapat saat menjadi freelance adalah mempunyai networking yang luas.

Kurang lebih setahun Ruri menjadi freelance, Ruri kembali menjadi tenaga kerja professional. Kali ini bukan di bidang broadcasting, tetapi menjadi Strategic Planner di Think Tank Communications. Dan akhirnya pada akhir tahun 2007 Ruri keluar keluar dan mendirikan Hey Creative! Communication. Hey Creative! Communication merupakan perusahaan marketing komunikasi yang saat ini mengerucut ke bidang media komunikasi. Ruri mengajak teman-temannya yang juga keluar dari Think Tank Communications untuk bergabung dengannya. Hey Creative! Communication inilah yang menjadikan Ruri menjadi seorang pengusaha muda.

Di bawah ini adalah wawancara KEEPers (yang diwakili oleh Arga) dengan Ruri , seputar proyek Flight Information System Display yang ada di bandara Adi Sutcipto:

Kenapa sih kok memilih bidang media?
Saat itu saya termotivasi untuk berinovasi dan saya melihat ada peluang bisnis sangat bagus di bidang media


Awal proyek di Hey Creative! Communication?

Setelah melihat ada peluang bisnis di bidang media akhirnya kita memfokuskan diri terjun di bidang media (bukan lagi di marketing komunikasi). Proyek pertama kita ya ini, Flight Information System Display

Bisa dijelaskan apa itu Flight Information System Display?
Yaitu, media audio visual yang diletakkan di bandara, seperti memindahkan televise ke bandara. Ada 24 LCD yang kita letakkan di sana

Bagaimana cara anda mendanai proyek tersebut?
Karena modal yang ada cuma otak aja, jadi kita membuat konsep yang sangat matang

Bagaimana cara anda meyakinkan investor untuk menaruh modalnya?
Ya dengan bisnis plan yang baik tentunya

Apakah anda tidak takut gagal dengan kerugian yang besar?
Memang resiko selalu ada, dan semua itu ada didalam bisnis plan yang kita buat, sehingga maju terus pantang mundur

Apa kiat-kiat yang bisa diberikan kepada KEEPers, agar bisa seperti anda?
Konsistenlah dengan masterplan yang udah kalian bikin, dan banyak-banyaklah membuat networking disaat usia masih muda

Roadshow Pinasthika 2009



Akhirnya Pinasthika (ajang lomba iklan tingkat nasional) memasuki tahun ke sepuluh atau tepat satu dasawarsa. Semasa pertumbuhannya, Pinasthika telah mengalami metamorfosa yang makin mendewasakan dirinya. Dari tahun ke tahun, Pinasthika selalu berusaha mengangkat nilai-nilai kehidupan yan terisnpirasi dari cerminan pertumbuhan industri lokal daerah.

Semenjak pelaksanaannya terdahulu, panitia penyelenggara Pinasthika memang telah mengusung konsep yang berbeda. Namun tentu saja, menjadi berbeda itu membutuhkan keberanian, keberanian dalam membuat keputusan. Kali ini masih dalam misi encouraging industri periklanan dalam kancah persaingan global, maka tahun 2009 Pinasthika memakai tema Be The Legend. Maksudnya, Pinasthika ingin mencoba menanamkan semangat para legenda kepada para insan kreatif periklanan. Ilustrasi ini juga sebagai pemacu semangat seluruh insan periklanan daerah, agar tak kalah berhenti menghasilkan karya-karya terbaik mereka.

Pada awal bulan April ini, panitia juga sudah membuat perencanaan jadwal mengenai publikasi Pinasthika, atau Roadshow Pinasthika 2009. Roadshow kali ini juga kemungkinan akan dilaksanakan ke beberapa kota besar di luar Pulau Jawa.

Berikut ini adalah hasil wawancara KEEPers dengan Rizal, salah satu public relation dari Pinasthika 2009 :

Apakah yang beda dalam Pinasthika kali ini?
Salah satu yang beda dalam Pinasthika kali ini yaitu ruang lingkupnya yang mulai merambah Asia, padahal tahun-tahun sebelumnya baru merambah tingkat nasional saja

Untuk mahasiswa sendiri, apakah Pinasthika merupakan ajang yang bergengsi untuk bersaing dengan mahasiswa dari kampus lain?
Di dalam Pinasthika, terdapat kategori Ad Student. Kategori ini merupakan ajang kompetisi yan gakan mempertemukan mahasiswa dari seluruh kampus di Indonesia, bukan hanya kampus lokal Jogja saja

Apakah tema Be The Legend akan dipakai juga untuk mahasiswa?
Tentu. Meskipun mahasiswa dapat dinilang amatir, namun kecintaan mahasiswa yang besar terhadap dunia periklanan, mimpi mereka untuk menjadi legenda di dunia periklanan bukanlah hal untuk ditertawakan. Mimpi untuk menjadi legenda tentunya harus dimulai pada saat usia muda

Adakah gambaran untuk para jurinya?
Wah, untuk saat ini masih rahasia. Tapi yang pasti juri-jurinya merupakan insan periklanan yang namanya sudah dikenal. Dan satu lagi kejutan, jurinya juga ada yang dari luar negeri

Kapan roadshow Pinasthika 2009 ini dimulai? dan kemana saja?
Rencananya akan digelar pada pertengahan April dan berakhir pada bulan Mei. Roadshow kali ini akan dilaksanakan ke berbagai kota besar di Indonesia seperti Solo, Semarang, Purwokerto, Surabaya, Bandung, Jakarta, Malang, Bali dan Makasar

Apakah kampus UMY juga termasuk salah satu tempat roadshow yang dipilih oleh panitia?
Tentu saja, tunggu ya..

Powered By Blogger